Word 145 - Minta dengan rendah hati

 “Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!" Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau." Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya” (Mrk 10:46-52)

Seolah-olah Yesus itu hamba yg minta pengampunan kita, minta hati kita, dia ingin kita berpaut padanya selalu, dan inginkan kita dekat sama Dia. Dengarkan dan berantisipasi jika waktunya sudah genap dari derap langkah Tuhan berjalan. Berteriaklah yang ada dihatimu, Yer 33 : 3, dan mendekat tidak ada kesempatan lagi, jika ada kesempatan langsung bergerak. Motivasi berjumpa dengan Tuhan, iman timbul dari pendengaran Firman Tuhan dari orang-orang sekitarnya. Menguatkan hati di dlm Yesus ada mukjizat. Spesifik apa saja yg harus disembuhkan.
Tuhan minta kita pergumulan kita diungkapkan kepada kita.Bergumul terhadap pekerjaan, jodoh, sakit-penyakit, keuangan, keluarga. Tuhan ampuni kami dan kasihanilah kami. Walau rintangan ada dan hambatan dari kiri-kanan selalu menghalangi supaya kita meminta belas kasihan Tuhan, lakukan terus, hingga Dia mendengar dan kita dengan rendah hati berkata, ampuni kami Tuhan dan kasihanilah kami Tuhan.

Tanggalkan jubah masa lalu, kebencian, kepahitan, dan lupakan semua, supaya Tuhan berikan jubah yang baru.Penderitaan yang kita alami hanyalah akibat kedangkalan hati kita yang disengaja. Kita tidak mau percaya; kita tidak mau melepas dan memotong tali yang menambatkan kapal kita di pantai

Comments

Popular Posts