Word 77 - Suku Dan Yang Hilang

Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon. Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu, dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu, dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu, dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu. [Wahyu 7:1-8).

Dan di dalam gulungan yang disebutkan di sorga, semua suku itu disebutkan. Bahkan Efraim, disebut dengan nama ayahnya Yusuf. Mereka semua disebutkan di sana, semuanya kecuali satu, yaitu suku Dan. Dan di dalam gulungan sorga, nama Dan, keluarganya, sukunya, masyarakatnya telah hilang. Mereka dihilangkan.
Dan di dalam nubuatan ayah mereka yaitu Yakub, tentang Dan dia berkata, “Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan—seperti ular beludak” (Kejadian 49:17). Dan sebagai sebuah tanda yang menghancurkan ular, mereka memilih lambang mereka, lencana mereka, sebagai pelindung barisan mereka—mereka memilih sebuah rajawali yang menghancurkan ular. Dari suku Dan muncul dua orang manusia Allah yang terkemuka, salah satunya adalah  orang yang paling kuat dari semua manusia yang pernah hidup, namanya adalah Simson. Kemudian ketika Dan mendapat bagian untuk menaklukkan Kanaan, dia diberikan sebuah bagian yang indah dan sangat baik sekali. Kepada Dan diberikan dataran maritim yang disebut dengan Sharon, dan wilayah kaki bukit di pegunungan Palestina. Wilayahnya memang tidak begitu besar akan tetapi sangat subur, dan merupakan daerah yang paling subur dibandingkan dengan bagian yang lain. Dan karena merupakan daerah maritim mereka memiliki sebuah pantai karang yang besar, yang berarti bahwa mereka dapat menjadi lintas perdagangan dengan dunia yang ada di hadapan mereka dengan seluruh nelayan dan seluruh kekayaan laut.  

Pembagian tanah itu Suku Dan diberikan daratan Sharon yang subur dan bukit-bukit yang terletak dibelakangnya, sepanjang pegunungan Palestina. Satu-satunya yang menjadi masalah adalah, orang-orang Filistin masih hidup di tanah itu dan orang Amori memiliki bukit-bukit itu. Tetapi orang Amori dan orang Kanaan dan orang Yebus dan orang Het serta beberapa bangsa lainnya masih memiliki seluruh negeri itu. Dan di dalam penaklukan Kanaan, tidak ada perbedaan bagi Dan, dia harus melakukan hal yang sama seperti Yehuda atau Efraim dan seluruh suku-suku itu. Mereka harus memilikinya dengan menaklukkannya.

Kitab Hakim-Hakim 18 dimulai dengan kalimat ini, “Pada zaman itu suku Dan sedang mencari milik pusaka untuk menetap” (Hakim-hakim 18:1). Mereka menolak tantangan dari Allah dan pembagian yang dilakukan Allah dan milik pusaka yang diberikan Allah dan tujuan elektif Allah bagi hidup mereka. Dan mereka merasa lebih baik memilih untuk menemukan sebuah tempat yang tidak perlu mereka perjuangkan, sebuah tempat yang dapat jatuh ke dalam tangan mereka tanpa usaha, tanpa pengorbanan, tanpa berbaris dan tanpa penaklukan. Bukankah itu merupakan sebuah hal yang tidak biasa dan sangat mengherankan?

Ketika pembagian itu dibuat, seandainya daratan Filistin telah diberikan kepada Dan dan seandainya bukit itu telah diberikan kepada Dan, maka mereka akan menerima hadiah itu dengan serta merta. Kita senang untuk memilikinya seandainya seseorang membelikannya kepada saya, jika seseorang menghadiahkannya kepada saya, jika seseorang mengambilnya untuk saya. Kita akan sangat bahagia untuk menerimanya, untuk memilikinya, untuk memperolehnya. Tetapi kita tidak akan berjuang untuk mendapatnya. Dan kita tidak akan berusaha untuk mendapatkannya. Dan kita tidak akan bekerja untuk hal itu. Jadi mereka berpaling dari milik pusaka mereka dan membiarkannya dalam tangan orang Filistin dan di dalam tangan orang Amori. 

Tetapi mereka harus berdiam di suatu tempat, jadi mereka melakukannya—hal yang paling mengherankan dan luar biasa dan sangat memalukan dari yang dapat dibayangkan oleh pikiran. Mereka memilih dari lima orang dari keluarga mereka, dari suku mereka dan berkata, “Kalian pergilah ke sebuah tempat yang sangat mudah. Temukan sebuah tempat dimana kita dapat tinggal dan kita tidak perlu berperang untuk merebutnya, jika kalian bisa.” Lalu kelima orang itu menjelajahi seluruh negeri itu dan ketika mereka kembali mereka berkata, “Di atas hulu Sungai Yordan, ada sebuah bagian itu yang terpisah dari Sidon. Dan orang-orang Sidon tinggal di sana, dan mereka adalah orang-orang yang suka damai. Dan mereka memiliki tanah yang subur. Dan mereka tinggal di daratan yang menaranya adalah pegunungan Libanon. Dan mereka adalah masyarakat yang penyendiri dan tidak terlindungi. Mari kita pergi ke sana dan merebutnya. Dan pada malam hari, seperti para bajingan dan seperti srigala dan seperti anjing, mari kita menghancurkan mereka. Kemudian kita akan memiliki kota-kota mereka dan tanah mereka setelah kita membunuh orang-orangnya.”

Allah tidak pernah menyampaikan sesuatu berkenaan dengan sebuah pembagian yang berada di sana. Allah tidak pernah menyampaikan sesuatu tentang orang-orang Sidon yang cinta damai yang berada di sana. Allah tidak pernah menyebutkannya di dalam pembagian kepada suku-suku itu. Tetapi mereka mencari sebuah tempat yang mudah, dan mereka menemukannya di dalam tempat yang sepi dan indah yang berada di hulu Sungai Yordan, di bawah kaki Gunung Herman. Dan kemudian mereka pergi dengan orang-orang mereka dan pada tengah malam, di dalam  jebakan mereka memukul kota itu dengan ujung pedang dan membakarnya dengan api. Dan mereka akhirnya tinggal di sana dan menamakan kota itu Dan, sesuai dengan nama leluhhur mereka. Dari situlah anda mendapat kata dari Dan hingga Barsyeba—dari ujung utara hingga ujung selatan. Itulah sebabnya mengapa mereka tinggal di bagian utara yang paling jauh di tanah Palestina.

Dan kemudian suku Dan mengambil berhala patung tuangan mikha dan mengambil imam lewi yang tinggal dirumah mikha dan membawanya ke kota mereka yaitu kota Dan, di sana mereka mendirikan patung berhala.Dan seluruh Israel menyembah Allah di Silo dan Yerusalem. Akan tetapi suku Dan berada di sana, bersujud di hadapan berhala mereka. Hal yang sangat sukar untuk dipahami. Kemudian penyembahan berhala Dan itu semakin diteguhkan ketika Yerobeam II mengambil sepuluh suku utara itu jauh dari rumah Daud, dan dia mendirikan berhala patung anak lembu emas di Betel. Dan dia membangun sebuah patung anak lembu emas di Dan. Karena Dan adalah sebuah atmosfir dan sebuah suku dan sebuah masyarakat dan sebuah keluarga dimana penyembahan berhala sudah dikenal dari sejak awal.

Dan Tuhan melihat hal itu. Dan Tuhan berkata, “Cukup sudah. Cukup sudah.” Dan suku Dan dikeluarkan dari daftar serta suku Dan dikeluarkan dari gulungan. Dan suku Dan dikeluarkan dari bilangan suku itu karena dia telah memberikan dirinya kedalam ketidakpercayaan dan penolakan dan penghujatan dan penyembahan berhala dan dosa dan keinginan serta ketidakpatuhan.

Jika Allah telah berbicara ke dalam hati anda, datanglah sekarang. Jika Allah berkata, “Inilah kehendakKu bagimu, lakukanlah sekarang.” Jika pada hari anda mau datang. Untuk percaya kepada Yesus. Untuk memberikan hidup anda  di dalam tujuan elektifNya dan pilihan bagi anda. Untuk bergabung dengan jemaat ini. Mari datanglah. Sebuah keluarga, atau seorang muda atau sebuah pasangan atau siapa saja, anda dipersilahkan datang. Ketika Allah menyampaikan firman, dan berbicara kepada anda serta memanggil anda sekarang. Buatlah keputusan itu sekarang. Ketika kita berdiri dan menyanyikan lagu undangan kita.

source http://www.wacriswell-indo.org/wahyu%2061%20-%20suku_dan_yang_hilang.htm

Comments

Popular Posts